Hai, Salam Kenal...
Saat memulai bisnis Oriflame pada Februari 2008, saya adalah seorang ibu dari putra semata wayang yang saat itu menjadi alasan terbesar saya mengubah prioritas hidup dan memilih berhenti bekerja. Sebelumnya, saya bekerja di sebuah bank BUMN di Jakarta. Saat ini, saya sudah menjadi nenek dari seorang cucu perempuan yang cantik.
Di dunia kerja Indonesia — baik swasta, BUMN, maupun pemerintahan — usia saya sebenarnya belum termasuk usia pensiun. Artinya, secara hitungan karier formal, seharusnya sampai hari ini saya masih berangkat ke kantor setiap pagi.
Tapi untungnya, dulu saya dipertemukan dengan sebuah momen yang membuat saya berani mengambil keputusan besar: berhenti dari pekerjaan kantoran dan memilih jalan hidup yang berbeda. Sebuah keputusan yang saat itu mungkin terlihat nekat, namun justru menjadi awal perjalanan panjang yang mengubah hidup saya hingga hari ini.


Hasilnya sesuai yang dijanjikan dalam Success Plan Oriflame. No tipu-tipu.
Dapat karir yang sebanding dengan income dan hadiah lain yang menyertai nama karirnya.
Hingga jadi nenek-nenek, saya terus menikmati bonus yang tetap mengalir meski ritme kerja sudah lebih santai.
Bukan Benar-Benar Butuh Uang
Memulai bisnis Oriflame
Untuk kebutuhan keluarga inti, kami terbilang cukup.
Rumah sudah punya, mobil sudah adameski bukan mobil mewah.
Impian ke luar negri hanya ke Makkah untuk berhaji dan itu juga sudah.
Saya mulai dari...
Keinginan Terus Berkembang Meskipun Di Rumah
Butuh ruang eksistensi diri
Ingin tetap memiliki karir mesti tak lagi ada keinginan berangkat pagi pulang petang
Butuh aktifitas yang dibayar
Saya Nurul Abidah,
Fakta yang saya dapati...
Dari Membangun Bisnis Oriflame
Modal Awal
Jaringan internet unlimited di rumah yang tersambung dengan kabel LAN ke sebuah desktop lawas yang masih sebesar kulkas mini
Sebuah HP kelas biasa yang termasuk smartphone karena sukurnya sudah bisa browsing
Saya Memulai Bisnis Oriflame


Memilih
Bisnis Oriflame
Oriflame sudah berdiri sejak tahun 1967 membuat saya lebih yakin untuk menginvestasikan waktu, tenaga, pikiran, dan modal saya di bisnis ini.
Saya juga sempat mencari tahu reputasi perusahaan ini, termasuk apakah pernah tersangkut kasus hukum seperti penipuan. Dan saat itu, saya tidak menemukan pemberitaan negatif terkait hal tersebut.
Alasan
Perusahaan Mapan & Aman
Produknya Pasti Dipakai
Berpikir sederhana saja, kalaupun saya belum menjual ke orang lain, saya pasti tetap menggunakan produknya sendiri karena memang produk perawatan sehari-hari yang saya butuhkan. Tinggal berhenti belanja di “toko sebelah” dan beralih ke produk Oriflame.
Jadi menurut saya, ketika nanti ingin mendapatkan keuntungan dari penjualannya, proses menjualnya pun akan terasa lebih mudah karena produknya memang saya pakai dan saya kenal sendiri.
Bisa Dikerjakan Online
Meski saat saya memulai dulu dunia digital belum berkembang seperti sekarang, dibanding bisnis lain di industri serupa, Oriflame sudah sangat menjawab kebutuhan saya yang ingin bekerja dari rumah dengan waktu yang lebih fleksibel.
Biaya Bisnis Kecil
Sebelumnya saya pernah mencoba bisnis konvensional dan bisnis sejenis yang masih bekerja 100% secara offline. Dari dua pengalaman itu, saya jadi tahu bahwa membangun bisnis biasanya membutuhkan modal yang cukup besar, baik uang, tenaga, maupun waktu.
Karena sistem kerja Oriflame sudah bisa dijalankan secara online, modal yang saya keluarkan terasa jauh lebih kecil dan lebih ringan untuk dijalani dari rumah.








Perjalanan
Salah satu keuntungan berbisnis Oriflame yang dijanjikan di Success Plan Oriflame adalah jenjang karir. Ini membuat saya makin yakin untuk serius di bisnis ini sejak awal. Ya, saya ingin tetap punya karir sebagai ganti cita-cita karir di dunia kantoran yang saya lepas dengan sukarela.
Karir


Perjalanan bisnis tentu tidak selalu lurus dan mulus. Badai Covid pun ikut menjadi bagian dari perjalanan bisnis Oriflame saya seperti teman-teman leader Oriflame lainnya. Namun ada satu hal yang sangat saya syukuri. Saat bonus menurun, penghasilan itu tidak benar-benar hilang begitu saja seperti banyak karyawan yang terkena PHK atau pemilik usaha yang harus menutup bisnisnya karena bangkrut.
Hari ini, di usia saya sekarang, bonus masih terus masuk, meski saya tidak lagi bekerja seintens tahun-tahun awal di bisnis ini. Bisa dibilang, ini adalah hasil jangka panjang dari belasan tahun membangun bisnis dengan serius.
Karena itu, kalau kamu sedang mencari bisnis jangka panjang yang tetap bisa memberi penghasilan bahkan saat usia tidak lagi muda, menurut saya Oriflame layak masuk dalam pertimbanganmu.
Seperti ada masa prioritas hidup yang berubah, kesenangan sesuai usia pun mengalami perubahan. Dari yang dulu semangat bekerja dan mengejar target, menjadi lebih bahagia saat bermain dengan cucu, merawat tanaman, merajut, atau sekadar santai menikmati teh sambil nonton film favorit di sore hari. Dan mengerjakan bisnis Oriflame bagi saya kini, sudah seperti mengerjakan hobby, sesuatu yang sayang untuk tidak diurusi.
Di fase ini, berangkat kerja pagi-pagi lalu pulang malam setiap hari mungkin bukan lagi gaya hidup yang menyenangkan. Maka kalau masih muda dan masih punya tenaga, bangunlah sesuatu dari sekarang yang bisa terus memberi hasil di masa depan.